Berpikir dan Bersikap Positif

Pada suatu program di radio, saya diminta untuk mengatakan dalam 3 kalimat hal terpenting yang pernah saya pelajari. Itu mudah! “Hal terpenting yang pernah saya pelajari adalah makna menakjubkan dari isi pikiran kita.”

Bila saya tahu apa yang Anda pikirkan, saya akan tahu’siapa Anda’, karena pemikiran Anda menunjukkan ‘siapa Anda’. Maka dengan mengubah pikiran, kita dapat mengubah hidup Anda.”

Saya yakin tanpa keraguan sama sekali, bahwa masalah besar yang harus kita hadapi – bahkan sebetulnya, satu-satunya masalah yang mesti kita hadapi – adalah memilih pikiran yang tepat. Jika dapat melakukannya, kita akan mampu mengatasi semua masalah. Filsuf besar yang pernah memerintah kerajaan Roma, Marcus Aurelius, meringkasnya dalam 6 kata: “Hidup kita ditentukan oleh pikiran kita”.

Jika memikirkan hal-hal yang membahagiakan, kita akan menjadi bahagia. Jika kita memikirkan hal-hal sedih, kita akan menjadi sedih.

Jika didera pikiran-pikiran yang menakutkan, kita akan menjadi takut. Jika kita terus memikirkan penyakit, kita mungkin akan sakit. Jika yang dipikirkan hanya kegagalan, kita tentu akan gagal. Jika tak henti-hentinya mengasihi diri sendiri, setiap orang pun akan sebal, kesal dan menjauhi kita.

Apakah saya menganjurkan sikap optimis yang berlebihan terhadap semua masalah?

Tidak juga. Hidup terlalu rumit dihadapi dengan sikap optimis naïf seperti tokoh Pollyana dalam buku pollyana karya Eleanor Porter. Tapi saya sangat menganjurkan, bersikap positif itu lebih baik dari pada bersikap negatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *